materi1manajemenkonstruksi
BAB I
MANAJEMEN KONSTRUKSI
 |
| Manajemen Konstruksi |
DEFINISI
Biasanya Manajemen
Konstruksi konsultan pengawas pada proyek gedung disebut dengan konsultan
pengawas.
Manajemen
konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikkan
aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan
sebagai sebuah model bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasihat
dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan.
terdapat tujuh kategori utama
tanggung jawab seorang manajer konstruksi, yaitu perencanaan proyek manajemen,
manajemen harga, manajemen waktu, manajemen kualitas, administrasi kontrak,
manajemen keselamatan dan praktik profesional.
Pada
proyek gedung, peranan MK ini sangat dibutuhkan bagi owner/pemilik proyek
karena manajemen Konstruksi langsung di bawah owner dan kedudukannya lebih
tinggi dibandingkan dengan kontraktor. Jadi tidak heran apabila penentu
kebijakan tertinggi dalam menentukan metode pelaksanaan adalah manajemen
konstruksi. Sudah dapat disimpulkan bahwa segala kegiatan yang dilaksanakan kontraktor
harus disetujui oleh MK terlebih dahulu.
Uraian Tugas Manajemen Konstruksi (MK) Secara garis besar tugas-tugas Manajemen Konstruksi adalah sebagai berikut :
- Menyusun
program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan.
2. Memeriksa Time Schedule/Bar Chart, S-Curve, dan Net Work Planning yang
diajukan oleh kontraktor pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada
pengelola proyek untuk mendapatkan persetujuan.
- Melaksanakan
pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan lapangan, koordinasi dan
inspeksi kegiatan–kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis maupun
administrasi teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai
dengan pekerjaan diserah terimakan untuk kedua kalinya.
- Mengawasi
kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen
bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan di
lapangan atau ditempat kerja lainnya.
- Mengawasi
kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat, agar
batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang
ditetapkan.
- Memberikan
masukkan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan biaya dan
waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak, untuk
mendapatkan persetujuan dari Pengguna Jasa.
- Memberikan
petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya
dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, dapat langsung
disampaikan kepada pemborong, dengan pemberitahuan tertulis kepada
Pengelola Proyek.
- Menerima laporan progres dan penjelasan tiap jenis pekerjaan dari kontraktor
secara tertulis serta Mengadakan rapat rutin baik mingguan maupun bulanan dengan mengundang para konsultan
perencana, wakil owner, dan kontraktor.
- Memeriksa gambar shop drawing, dari kontraktor sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan dan Mengesahkan material (Aproval Material) yang akan digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi kontrak Sebelum menerbitkan ijin kerja
.
- Selalu meninjau
ulang metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar memenuhi syarata
K3LMP (kesehatan dan keselamatan kerja, lingkungan, mutu, dan pengamanan)
- Memberikan Site
Instruction secara tertulis apabila ada pekerjaan yang harus dikerjakan
namun tidak ada di kontrak untuk mempercepat schedule.
Susunan struktur organisasi serta tugasnya
Pada proyek gedung
terdiri dari 3 sub pekerjaan besar antara lain pekerjaan struktur, arsitektur
dan interior, dan mekanikal elektrikal plumbing. Oleh karena itu minimal dari
susunan struktur organisasi dari Manajemen Konstruksi adalah pengawas struktur,
pengawas arsitek dan interior, dan pengawas MEP. Adapun tugas dari
masing-masing pengawas tersebut adalah
Tugas Project Manager. Seorang project manager mempunyai tanggung jawab dan
tugas yang bermacam-macam, tidak hanya terfokus pada hal-hal yg teknis
sifatnya. Seorang project manager harus mempunyai kemampuan membuat tim proyek
agar tetap solid, mampu memonitor dan mengontrol budget dengan membuat bar
chart Dan critical path serta mempunyai kemampuan analisis resiko yang baik.
Berikut adalah tugas dari seorang Project Manager.
Tugas Dan Tanggungjawab Project Manager
- Mengidentifikasi
dan menyelesaikan potensi masalah yang akan timbul agar dapat diantisipasi
secara dini.
- Melakukan
koordinasi kedalam (team proyek, manajemen, dll) dan pihak lain
- Dibantu
semua koordinator menyiapkan rencana kerja proyek, meliputi aspek teknis,
waktu, administrasi dan keuangan proyek
- Melaksanakan
dan mengontrol operasional proyek sehingga operasi proyek dapat berjalan
sesuai dengan rencana .
- Mengkomunikasikan
dalam bentuk lisan dan tertulis (Laporan Kemajuan Pekerjaan).
- Seorang
Project Manager harus mengontrol proyek yang ditanganinya. Proyek harus
selesai sesuai dengan budget, sesuai dengan spesifikasi, dan waktu.
- Proyek
yang ditangani harus mempunyai return yang nyata terhadap organisasi. Taat
kepada setiap kebijakan yang di keluarkan organisasi, harus mengambil
keputusan dengan wewenang yang terbatas dari organisasi.
Tugas Konstruksi manejer
- Memberikan
petunjuk kepada tim, dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis segera
setelah kontrak fisik ditandatangani.
- Memberikan
petunjuk kepada tim dalam melaksanakan pekerjaan, untuk menyiapkan
rekomendasi secara terinci atas usulan desain, termasuk data pendukung
yang diperlukan.
- Menjamin
bahwa semua isi dari kerangka acuan pekerjaan ini akan dipenuhi dengan
baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan major serta pemeliharaan
jalan.
- Bekerjasama
dengan pihak pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan
- Menjamin
semua pelaksanaan detail teknis untuk pekerjaan major tidak akan terlambat
selama masa mobilisasi untuk masing-masing paket kontrak dalam
menentukanlokasi, tingkat serta jumlah dari jenis-jenis pekerjaan yang
secara khusus disebutkan dalam dokumen kontrak.
- Membantu
tim di lapangan dalam mengendalikan kegiatan-kegiatan
kontraktor, termasuk pengendalian pemenuhan waktu pelaksanaanpekerjaan.
- Membantu
dan memberikan petunjuk kepada tim di lapangan dalam mencari
pemecahan-pemecahan atas permasalahan yang timbul baik sehubungan dengan
teknis maupun permasalahan kontrak.
- Mengendalikan
semua personil yang terlibat dalam pekerjaan penyelidikan bahan/material
baik di lapangan maupun laboratorium serta menyusun rencana kerjanya.
- Memeriksa
hasil laporan pengujian serta analisanya.
- Bertanggung
jawab atas pengujian dan penyelidikan material/bahan di lapangan. Membantu Supervision
Engineer dalam melaksanakan tugas.Mengikuti petunjuk -petunjuk dan
persyaratan yang telah ditentukan terutama sehubungan dengan : Inspeksi
secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk melakukan monitoring kondisi
pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan agar pekerjaan dapat
direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah
ditentukan. Pemahaman terhadap spesifikasi. Metode pelaksanaan untuk setiap jenis
pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi dilapangan.
- Mendukung Pelaksana Teknis Kegiatan dalam penyelesaian administrasi kemajuan
proyek. Termasuk
mengumpulkan data proyek seperti kemajauan pekerjaan, , rapat-rapat
koordinasi dilapangan, data pengukuran kuantitas, pembayaran kepada
kontraktor. Semuanya dikumpulkan dalam dalam bentuk laporan kemajuan
bulanan dan memberikan saran-saran untuk mempercepat pekerjaan serta
memberikan penyelesaian terhadap kesulitan yang timbul baik secara teknis
maupun kontraktual untuk menghindari keterlambatan pekerjaan.
Tugas Engineer & Pengawas Struktur
- Mengawasi proses
pekerjaan pembesian apakah sesuai dengan gambar shopdrawing atau tidak.
Apabila ada besi yang kurang pengawas berhak menunda pengecoran, dengan tidak menandatangi berita acara
pemeriksaan pekerjan (inspeksi)
- Mengawasi proses
pekerjaan bekisting apakah sudah aman terhadap lingkungan dan tidak
membahayakan sekitarnya. Karena pembuatan perancah yang tidak kuat akan
meningkatkan resiko kecelakaan kerja dan dapat menyebabkan defect pada hasil pengecoran.
- Mengawasi proses
pekerjaan pengecoran mulai dari test slump,
penggunaan additive ( misal Integral, ) dan mutu beton yang akan
digunakan. Disamping itu pengawasan penggunaan vibrator agar hasil beton tidak ada yang keropos.
- Manajemen
konstruksi berhak menegur secara tertulis kepada pelaksana dari kontraktor, jika melakukan hal yang tidak sesuai
dengan kesepakatan tertulis.
- Memeriksa ijin
pelaksanaan pekerjaan dari kontraktor mengenai pekerjaan struktur
Tugas Engineer & Pengawas Arsitektur
dan Interior
- Mengawasi
pekerjaan finishing mulai dari pasangan dinding, lantai, plafond, fasade
hingga furniture interior
- Mengawasi dan
memeriksa penggunaan material apakah sesuai dengan spesifikasi kontrak
atau tidak.
- Menegur pelaksana
apabila ada pekerjaan arsitektur dan interior yang kurang rapi
- Selalu berkoordinasi
antara pengawas arsitektural dengan pengawas MEP karena pekerjaan keduanya
saling berhubungan
- Selain
kontraktor, MK juga harus menghitung progres pekerjaan untuk membandingkan
progres dari kontraktor dan dari manajemen konstruksi.
Tugas Engineer & Pengawas MEP
- Selalu
berkoordinasi dengan pelaksana MEP dari kontraktor agar tidak terjadi
perbedaan sistem pekerjaan
- Harus paham
dengan sistem MEP sebuah gedung karena MEP berbeda dengan struktur maupun
arsitektural. MEP lebih ke sistem. Pembuktian pekerjaan benar-benar
selesai apabila sistemnya sudah berjalan.
- Paham dan
mempunyai wawasan luas mengenai spesifikasi-spesifikasi alat MEP seperti
Genzet, Panel listrik, Lift dan sebagainya.
- Mengesahkan ijin
pelaksanaan pekerjaan dari kontraktor sebelum dimulai
- Selalu memberikan
masukan kepada owner mengenai pekerjaan MEP
MASALAH MASALAH YANG TIMBUL DI PROYEK
Yang unik dari tema
artikel kali ini adalah antar lokasi proyek mempunyai permasalahan yang berbeda
walaupun sama-sama proyek gedung. Hampir semua proyek mempunyai permasalahan,
entah masalah non teknis, teknis, maupun sosial.
Kendala yang sering
dihadapi proyek gedung lebih banyak ke masalah non teknis dan teknis.. Namun
tidak dipungkiri jika lokasi proyek gedung berada ditengah kota padat penduduk
akan menimbulkan permasalahan sosial. Permasalahan akan timbul ketika
pekerjaan-pekerjaan tertentu berlangsung seperti saat pengecoran, pengeboran
sumur dalam, pekerjaan pasangan dinding, dan sebagainya.
Permasalahan di proyek
memang sudah biasa terjadi. Oleh karena itu kontraktor harus mempunyai
kemampuan analisa permasalahan yang baik sehingga cepat terselesaikan.
Ada beberapa faktor
penghambat yang menjadi kendala di proyek antara lain masalah teknis, non
teknis, dan sosial. Berikut penjelasan satu persatu.
1. Masalah Teknis
Masalah teknis ini
sangat berpengaruh terhadap performa bangunan atau kualitas dari bangunan
setelah jadi. Dalam hal ini peran engineer sangat berpengaruh
terutama untuk menyelesaikan masalah-masalah teknis seperti ini. Beberapa
kendala teknis yang ada di proyek gedung antara lain
- Kurangnya pengawasan dalam proyek sehingga kontraktor tidak mengutamakan kualitas
dalam bekerja. Hal ini biasa terjadi mengingat beberapa pekerjaan banyak
yang diborongkan sehingga para pekerja hanya mengutamakan kecepatan dalam
bekerja.
- Banyak desain
gambar yang tidak sinkron antara gambar arsitektur, gambar struktur, dan
gambar MEP. Oleh karena itu pekerjaan pertama seorang drafter saat awal
proyek adalah superimpose gambar. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan
gambar. Penyebabnya adalah kurangnya koordinasi antara perencana arsitek,
perencana struktur dan perencana MEP. Sehingga saat gambar digabungkan
tidak sinkron.
- Gambar perencanaan
yang tidak lengkap. Sering ditemukan adanya gambar perencanaan tidak bisa dijadikan
acuan untuk kerja di lapangan. Biasanya terjadi pada gambar arsitek,
dengan spesifikasi-spesifikasi material yang kurang lengkap sehingga
kontraktor harus berkoordinasi lagi dengan perencana arsitek.
- Pemutusan merk
dan spesifikasi material yang lambat oleh owner. Sehingga pekerjaan harus
ditunda dulu.
- Lambatnya Komunikasi
& koordinasi antara pelaksana lapangan (produksi) dengan engineer yang bersifat
administrative dalam mempersiapkan shop drawing dan ijin kerja.
- Keterbatasan lahan,
menyebabkan terbatasnya ruang produksi penunjang kegitan proyek, seperti
fabrikasi pembesian dan formwork.
- Mutu beton yang
tidak masuk standar kualitas perencanaan yang mengakibatkan potensi gagal
struktur. Sehingga harus ditangani dengan perbaikan beton.
- Pengunaan banyaknya type
mutu beton pada bagian2 struktur serta penggunaan additive.
2. Masalah Non-Teknis
Kendala-kendala yang
terjadi di proyek sangat berpengaruh terhadap progres di lapangan sehingga
semua masalah harus bisa diminimalisir termasuk masalah non teknis
1. Komplain warga sekitar akibat adanya pengeboran sumur dalam. Banyak sekali
pengetahuan warga yang salah kaprah yaitu masih menganggap sumur dalam
berpengaruh terhadap sumur dangkal. Faktanya sumur dalam berada di kedalaman
lebih dari 70 m sehingga sudah jelas sumber air yang diambil berbeda dengan
sumur dangkal milik warga.
2. Adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pejabat dan preman setiap
kali ngecor dengan jumlah yang lumayan besar.
3. Terjadi keterlambatan armada ready
mix yang mengakibatkan pengecoran lebih lama.
4. Ada beberapa operator concrete pump yang meminta pungutan liar diluar biaya
sewa saat proses pengecoran.
5. Apabila di proyek perkotaan harus selalu mengurus surat ijin kendaraan
berat masuk kota tiap bulannya.
6. Adanya permintaan sumbangan-sumbangan dengan mematok sejumlah uang
tertentu.
3. Masalah Sosial
Kendala-kendala lainnya
yang sering terjadi di proyek gedung adalah masalah sosial apalagi proyek
tersebut ditengah pemukiman padat penduduk. Cara menanganinya pun berbeda
dengan masalah teknis. Penanganan masalah sosial lebih menggunakan cara
pendekatan ke warga. Pada dasarnya warga tidak bisa dilawan dengan kekerasan
karena kontraktor lah yang mempunyai kepentingan terbesar di proyek tersebut
sehingga kontraktor harus lebih banyak mengalah. Berikut masalah sosial yang
sering terjadi
- Genteng tetangga
pecah akibat kejatuhan material. Walaupun keliling proyek sudah diberi
jaring pengaman kadang masih ada material yang lolos.
- Komplain tetangga
akibat rumahnya terkena cipratan beton saat pengecoran di lantai
atas.
- Komplain warga
akibat terlalu berisik pemotongan keramik saat malam hari
- Komplain warga
akibat sampah dari atas gedung. Walaupun di dalam proyek sudah diberi
tempat sampah dan mck, masih ada tukang yang sembarangan membuang sampah
di rumah-rumah warga.
- Komplain warga
akibat rumahnya tidak terkena cahaya matahari akibat tertutup oleh gedung
- dan sebagainya.
Kendala-kendala di
atas masih wajar dialami di proyek karena masih bisa ditangani. Pada prinsipnya
dalam menghadapi keluhan warga, harus diakomodir dengan baik karena jangan
sampai proyek berhenti karena disabotase warga.